Apakah Kata ‘ummi’ dalam Qur’an Berarti ‘Buta Huruf’?

Terjemahan dari: http://www.quran-islam.org/main_topics/misinterpreted_verses/ummy_(P1231).html

Apakah kata ‘ummi’ dalam Qur’an berarti ‘buta huruf’?

Kata ‘ummi’ digunakan dalam Quran dalam sejumlah ayat. Ayat berikut contohnya:

Mereka yang mengikuti rasul, nabi ‘ummi’, yang mereka temukan tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada bersama mereka. 7:157

Banyak terjemahan Qur’an yang salah menerjemahkan kata ‘ummi’ sebagai ‘buta huruf’. Dengan analisis cepat dari berbagai ayat Qur’an di mana kata ‘ummi’ digunakan, dapat diverifikasi bahwa kata ini tidak berarti ‘buta huruf’. Arti yang benar adalah “orang bukan Yahudi” (gentile) atau “seseorang yang belum menerima Kitab Suci”.

Mari kita baca ayat berikut:

Katakan kepada mereka yang diberi Kitab Suci dan ‘ummiyiin’, “Sudahkah engkau tunduk?” 3:20

Dalam ayat ini, Tuhan memerintahkan Muhammad untuk mengundang mereka yang menerima kitab suci (orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen) serta ‘ummiyiin’ (bentuk jamak dari kata ‘ummi’) untuk tunduk kepada Tuhan.

Jika kita menggunakan tafsiran keliru yang digunakan oleh penafsir muslim dewasa ini dengan kata ‘ummi’ sebagai orang yang tidak bisa membaca atau menulis, kita akan memperoleh terjemahan berikut:

“Beritakanlah kepada mereka yang menerima kitab suci serta mereka yang tidak bisa membaca atau menulis untuk tunduk.”

Jelas bahwa ini adalah terjemahan yang tidak akurat karena alasan berikut:

  1. Lawan-kata dari “mereka yang menerima Kitab Suci” adalah “mereka yang tidak menerima Kitab Suci” dan bukan “mereka yang tidak dapat membaca atau menulis”!
  2. Jika kita menganggap bahwa kata ‘ummi’ berarti ‘buta huruf’, maka apakah Tuhan memerintahkan Nabi Muhammad untuk memanggil orang-orang yang menerima kitab suci dan hanya orang-orang buta huruf di antara mereka yang tidak menerima kitab suci? Sekali lagi, ini sangat irasional dan tidak masuk akal.

Juga, mari kita baca 62:2:

Dialah yang telah mengirim kepada ‘ummiyiin’ seorang utusan dari antara mereka. 62:2

Sekali lagi, jika kita berasumsi bahwa kata ‘ummi’ berarti ‘buta huruf’ maka itu berarti bahwa Tuhan telah mengirim Muhammad hanya kepada mereka yang tidak dapat membaca atau menulis!

Sangat jelas bahwa Tuhan akan mengirim seorang utusan dengan kitab suci kepada semua orang yang tidak menerima kitab suci, dan tidak hanya bagi mereka yang tidak dapat membaca dan menulis!

Benar, Nabi Muhammad diutus kepada mereka yang tidak pernah menerima seorang utusan sebelumnya, sebagaimana ditegaskan dalam ayat berikut:

Atau apakah mereka berkata, “Dia mengarangnya”? Sebaliknya, itu adalah kebenaran dari Tuhanmu sehingga engkau akan memperingatkan orang-orang yang tidak ada pemberi peringatan sebelummu, sehingga mereka dapat dibimbing. 32:3

Sekarang mari kita baca ayat-ayat berikut ini di mana kita diberikan bukti yang lebih konklusif bahwa kata ‘ummi’ tidak berarti buta huruf:

Dan di antara mereka adalah ‘ummiyuun’ yang tidak tahu kitab kecuali melalui kabar angin. Mereka hanya menebak. Karena itu, celakalah orang-orang yang menulis dengan tangan mereka sendiri apa yang seharusnya menjadi kitab, kemudian berkata, “Ini dari Tuhan,” sehingga mereka dapat memperdagangkannya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena apa yang ditulis tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka usahakan. 2:78-79

  1. Kata ‘ummiyuun’ segera diikuti oleh kata-kata “yang tidak tahu kitab suci”, yang menegaskan definisi kata ‘ummi’ sebagai, dan persis, seperti pada kata-kata: Orang yang tidak pernah menerima utusan dan dengan demikian tidak tahu kitab suci.
  2. Dalam ayat 79 Tuhan memperingatkan ‘ummiyuun’ untuk tidak menulis versi kitab yang menyimpang “dengan tangan mereka sendiri”. Bagaimana ‘ummiyuun’ ini menulis versi yang terdistorsi jika mereka tidak dapat membaca atau menulis? Sekali lagi, ini memberi kita konfirmasi bahwa ‘ummiyuun’ tidak berarti buta huruf. Itu berarti orang bukan Yahudi yang belum menerima kitab suci apa pun.

Sebagai kesimpulan, arti yang benar dari kata ‘ummi’ dalam Qur’an adalah “orang bukan Yahudi” (gentile); alias orang yang belum menerima kitab suci.