Apakah kamu pernah mendengar kisah Junko Furuta? Selama 40 hari diperkosa dan disiksa secara sadis. Jika Tuhan ada, mengapa Tuhan tidak menolong beliau sama sekali? Mengapa selama 40 hari Tuhan membiarkan beliau diperkosa dan disiksa hingga dibunuh?

Kesalahan pikir mendasar dari mereka yang menjadi atheis karena kisah-kisah malang manusia di dunia ini adalah sbb:

  1. Berasumsi bahwa Tuhan itu maha baik. Asumsi itu keliru. Tuhan tidak menyatakan diri “maha baik”. Tuhan menyatakan diri sebagai penghukum yang pedih & dahsyat tapi adil di dunia dan akhirat bagi mereka yang mengabaikan atau menolak kasih sayang dan ampunanNya selama kita hidup di dunia. Kasih sayangNya terwujud dalam karunia kebebasan memilih, akal pikiran yang membuat manusia berderajat lebih tinggi daripada malaikat, dan pesan petunjuk langsungNya dalam wahyu yang disampaikan oleh para urusanNya. AmpunanNya selalu tersedia bagi mereka yang tulus bertaubat di dunia ini. Penderitaan dunia hadir buat kita sebagai umpan balik atas kesalahan pilihan yang kita lakukan. Penderitaan kekal neraka di akhirat merupakan kabar penggentar buat kita untuk tidak main-main dalam hidup ini.
  2. Menolak Tuhan karena “sakit hati” atas kisah-kisah kemalangan manusia adalah sesat pikir contradictio in terminis. Ketika kita menyangkal keberadaan Tuhan karena keputusan Tuhan, berarti premis dasar “Tuhan yang kejam” sudah tidak lagi valid. Kalau kita sungguh2 menolak Tuhan, maka tidak ada lagi alasan buat kita untuk menyalahkan Tuhan. Bagaimana mungkin kita mengutuk sesuatu yang kita nyatakan tidak ada? Yang Anda kutuk bukan Tuhan yang sesungguhnya, tapi hanya “Tuhan dalam asumsi” Anda – and you are right, you are entitled to condemn false God(s).

Approximately 100 people knew about Furuwta’s captivity, but either neglected to report it or themselves participated in the torture and murder. Most of the participants were friends of the teenage boys, who were low-ranking members of the yakuza.

Faktanya, seperti diakui tulisan referensi, pilihan manusia-manusialah yang menyebabkan penderitaan Junko Furuta.

Kezaliman dan kepengecutan cara pikir kita yang menolak tanggungjawab atas apapun yang kita pilih, yang membuat kita menyalahkan Tuhan.

Yang berikut upaya saya menjawab Epicurean Paradox:

Jawaban Ferli Deni Iskandar untuk Jika Tuhan benar ada, mengapa Ia menciptakan orang jahat yang menurut-Nya berdosa? Padahal Ia tahu orang jahat pasti akan masuk neraka. Mengapa Ia menciptakan manusia jika Ia sudah tahu takdir manusia itu sendiri?

https://id.quora.com/Apakah-kamu-pernah-mendengar-kisah-Junko-Furuta-Selama-40-hari-diperkosa-dan-disiksa-secara-sadis-Jika-Tuhan-ada-mengapa-Tuhan-tidak-menolong-beliau-sama-sekali-Mengapa-selama-40-hari-Tuhan-membiarkan-beliau/answer/Ferli-Deni-Iskandar-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.