Apakah Nabi Muhammad menyebut dirinya sendiri ketika bacaan duduk tahyat?

https://id.quora.com/Apakah-Nabi-Muhammad-menyebut-dirinya-sendiri-ketika-bacaan-duduk-tahyat/answers/226222942

Tidak.

Menurut Qur’an, yang mengucapkan kalimat syahadat kedua adalah para munafik pembohong.

Surah Al-Munafiqun [63:1]:

Ketika datang padamu orang-orang munafik, mereka berkata ” نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ / nashhadu innaka larasūlu l-lahi / Kami bersaksi bahwa engkau Rasul Allah”. Dan Allah tahu bahwa engkau memang benar Rasul-Nya; dan Allah bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.

Jadi tidak mungkin Nabi mengucapkan sesuatu yang akan menjadikannya masuk dalam kalangan yang dikatakan Allah sebagai pembohong tsb. Lagipula, Nabi tidak mungkin mengucapkan kesaksian bagi dirinya sendiri, Beliau sudah paham dan tahu berdasarkan wahyu Allah, bahwa Beliau memang benar-benar RasulNya, seperti kata ayat di atas.

Dan apa kata Qur’an sendiri tentang orang-orang yang senang menyebutkan nama pujaan mereka di sisi Allah?

Ini jawabannya, Surah Az-Zumar [39:45]:

Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira.

Ayat itu melarang kita menyebutkan nama sembahan / pujaan / sekutu di sisi nama Allah. Penyebutan hanya nama Allah yang menunjukkan bahwa kita beriman pada akhirat.

  • Apakah “dua kalimat syahadat” menyebutkan hanya nama Allah?
  • Apakah Nabi Muhammad senang menyebutkan nama Beliau sendiri di sisi nama Allah dan melanggar baik Surah Al-Munafiqun [63:1] maupun Surah Az-Zumar [39:45]?
  • Apakah Nabi Muhammad senang menjadikan dirinya sendiri sebagai sekutu di sisi Allah, seperti tercermin dalam “dua kalimat syahadat”?

Yang kesal pada pertanyaan-pertanyaan di atas, silakan ‘ngacung’ lalu baca lagi Surah Az-Zumar [39:45].

Jika agama atau kepercayaan lain menggabungkan nama Tuhan dengan nama makhluk, akan Anda juluki apa agama itu? Akan para ulama tuduh apa agama itu?

Think about it.

Apakah para sahabat Nabi Muhammad tidak ada yang mengucapkan syahadat?

Berdasarkan Qur’an, tidak ada informasi tentang siapa saja yang jadi sahabat Nabi, dan apakah mereka memang benar mengucapkan syahadat kedua.

Qur’an hanya menginformasikan bahwa banyak orang Arab di sekitar Nabi itu keterlaluan kemunafikannya, senada dengan ayat 63:1, dan Nabi tidak tahu pada masa hidupnya siapa-siapa yang munafik, jadi ada kemungkinan seseorang yang tampak seperti sahabat sesungguhnya seorang pengkhianat:

Surah At-Tawbah [9:101]:

Dan di antara orang-orang Arab di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah, mereka bersikeras dalam kemunafikannya. Engkau tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

Allah mengatakan, bahwa kesaksian kerasulan Nabi, cukup dari Dia saja, untuk apa kita buat-buat lagi kesaksian kalau sudah cukup:

Surah An-Nisa [4:79]:

… Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.

Teman-teman, sahabat-sahabat sejati Nabi, yaitu orang-orang beriman yang menaati firman Tuhan dalam Qur’an dan menaati perkataan Nabi Muhammad yang ada dalam Qur’an, tidak akan mengistimewakan, tidak akan membeda-bedakan, salah satu nabi di atas nabi-nabi lainnya, termasuk Nabi Muhammad, karena hal itu adalah perintah Allah.

Surah Al-Baqarah [2:136]:

Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.”

Surah Al-Baqarah [2:285]:

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorangpun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

Surah Ali ‘Imran [3:84]

Katakanlah (Muhammad), “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”

Surah An-Nisa [4:152]

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

“Bukankah Rukun Islam pertama itu syahadat? Orang yang ingin masuk Islam juga harus mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘kan?”

Tidak, menurut Qur’an: tidak mengucapkan dua kalimat syahadat.

Inilah contoh yang diberikan oleh Nabi Ibrahim untuk menjadi “islam” menurut Qur’an:

Surah Al-Baqarah [2:131], The Quranic Arabic Corpus 2:131:

Ketika Tuhan berfirman kepadanya, “أَسْلِمْ / aslim / Berserah-dirilah!” Dia menjawab, “Aku أَسْلَمْتُ / aslamtu / berserah-diri kepada Tuhan seluruh alam.”

Surah Al-Baqarah [2:132], The Quranic Arabic Corpus 2:132

Dan Ibrahim mewasiatkan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan مُسْلِمُونَ / mus’limūna / berserah-diri.”

Perhatikan, Nabi Ibrahim tidak mencontohkan anak-anaknya untuk bersaksi atas kerasulan Beliau dan menyebutkan nama “Ibrahim”. Yang disebut hanya “berserah diri kepada Tuhan.”

Surah Ali ‘Imran [3:84], The Quranic Arabic Corpus 3:84:

Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami مُسْلِمُونَ / mus’limūna / berserah-diri.”

Perhatikan, semua nabi dan rasul di atas tidak mencontohkan anak-anaknya untuk bersaksi atas kerasulan mereka dan menyebutkan nama masing-masing secara khusus atau istimewa. Yang disebut hanya “berserah diri kepada Tuhan.”

Semua nabi dan rasul mengajarkan tauhid tanpa kompromi – termasuk tidak mengakui nabi dan rasul sebagai sekutu Tuhan.

Begitu juga ajaran Nabi Muhammad. Ajaran inti Beliau untuk berserah diri kepada Tuhan, untuk kita tirukan dan pahat dalam jiwa terdalam kita, sebagai sumpah dan janji sebagai muslim, orang yang berserah diri pada Tuhan, adalah sangat singkat tapi padat:

Surah Al-Fatihah [1:5]:

Hanya untuk Engkau kami mengabdi, hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.

Tidak ada “dualisme” objek pengakuan pada pernyataan sumpah setia seorang hamba bagi Tuhannya seperti di atas. Seluruh jiwa kita hanya fokus pada satu pengakuan, yaitu untuk dan kepada Tuhan.

Itulah Islam sejati, itulah Muslim sejati.

Bukan mengistimewakan dan menyandingkan nama makhluk apa pun, sekalipun Nabi Muhammad, di sisi nama Tuhan. Itu sikap syirik, yang “menjamin” seseorang masuk neraka.

Kemusyrikan “dua kalimat syahadat” yang diucapkan dalam duduk tasyahud / tahiyat dicoba untuk disamarkan oleh para penulis hadits-hadits pencomot kredensial Nabi dengan perintah mengangkat telunjuk sambil menggoyang-goyangkannya ketika mengucapkannya.

Untuk apa ada perintah sepele seperti mengangkat dan menggoyang-goyangkan jari telunjuk? Jelas perintah itu bukan berasal dari Tuhan, tidak ada perintah konyol seperti itu dalam Qur’an.

Gerakan mengangkat dan menggoyangkan jari telunjuk itu hanyalah distraksi yang mengalihkan seseorang dari memikirkan apa yang sedang ia ucapkan – sejenis tipuan ilusi optik seolah penegasan atas tauhid, sehingga ia semakin sulit untuk sadar dari perilaku syirik yang tengah dilakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.